Friday, September 05, 2008

Sesatnya Ajaran Ahmadiyah..


CATATAN SANTAI IBNU HASYIM

SEBAGAI lanjutan dari Catatan Perjalanan saya dari Medan, pada Jun22, 2008 ‘Kisah Debat Ajaran Ahmadiyah’, maka saya perlengkapkan, atas permintaan beberapa pelayar weblog dengan catatan berikut..

AHMADIYAH adalah suatu aliran yang meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw, mereka meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi mereka. Selain itu mereka mempunyai kitab suci yang dikenal dengan nama Tadzkirah sebagaimana umat Islam mempunyai Al-Qur`an. 

Semoga artikel ini dapat sebagai peringatan akan bahaya aliran sesat ini. Artikel ini dikutip dari Buletin LPPI.


1.. Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

2.. Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

3.. Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah.

4.. Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

5.. Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan: “Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

6.. Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

7.. Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu: Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

8.. Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad.

9.. Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621).

Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM.


10.. Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran.

11.. Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad.

  • (i).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
  • (ii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
  • (iii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
  • (iv).. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”: Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
  • v).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
  • (vi).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
  • (vii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”: Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
  • (viii).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
  • (ix).. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah: Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (“kitab suci” Tadzkirah hal.620)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. 

Dan Mirza Ghulam Ahmad mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di India.


12.. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA

  • (i).. Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb: PASAL 56 a: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pokoknya bersifat permusuhan. Penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.
  • (ii).. Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.: 2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.
13.. LARANGAN

  • (i).. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
  • (ii).. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.
  • (iii).. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.
  • (iv).. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah
  • (v).. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan MINORITAS NON MUSLIM.
14.. KESIMPULAN

  • (i).. Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang kerana perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.
  • (ii).. Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal dengan Ahmadiyah Lahore.
  • (iii).. Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19, 20,21)
PENUTUP

Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh nabi Mirza di atas. 


Allah swt berfirman: Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)


Catatan: Apabila PB Ahmadiyah berkeberatan dengan isi brosur ini, alangkah baiknya diselesaikan melalui debat terbuka yang disaksikan oleh umat.

Sumber:
(i).. Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606.
(ii).. www.perpustakaan-islam.com
(iii).. Qur'an Digital dotcom ‘Judul asli:Membongkar Kesesatan dan Kedustaan Ahmadiyah’ Oleh: Muslim.
(iv).. ABB Center. www.abbcenter.org. Jl. Cempaka no. 2A, Semenromo, Cemani, Grogol Sukoharjo / Surakarta Jawa Tengah Indonesia.
Sekian, wallahu ‘aklam.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
September5, 08. KL.

Thursday, September 04, 2008

Gadis Rusia: Di Tebing Sungai Volga..


Ibnu Hasyim: Catatan Santai


PADA bulan Ramadzan mulia ini, dalam suasana puji-pujian kepada Allah memenuhi jalanan bersalji, dari berpuluh-puluh menara masjid yang baru dibina, menyebabkan seseorang dari Moskow dengan mudah merasa bahawa dia bukan berada di Rusia lagi.

Allahu Akbar! Allahu Akbar!’ Itulah pujian-pujian kepada Allah pada tengahari Jumaat ini, satu suara lantang bergema di seluruh Kazan. Bandar terletak di tebing Sungai Volga yang membeku… Bandar yang susun aturnya, melahirkan sebuah imej dalam anggapan penduduk Rusia terhadap Volga sebagai ‘ibu tercinta, sungai Rusia’. Bandar tua masih mampu kelihatan seperti Rusia tua yang kurang dijaga dan dirawati.

Begitulah, kira-kira tulisan seorang yang menamakan dirinya ‘Abu Aqeedah’ kira-kira 10 tahun lalu. (di bawah judul ‘Mati Hanya Sekali, Jadikan Pada Jalan Allah.’- 06-06-1998). “Inilah suara iman yang sedang bangkit semula di bumi yang dianggap tanahair oleh Slavs di Moskow dan Vladivostok.” Tulis beliau lagi.

Malah, menurut penulis itu lagi, bagi kaum Tatar, penduduk utama kawasan ini, mereka tidak memanggilnya sungai Volga. Pada mereka, sungai ini adalah ‘Idel’, nama yang digunakan sejak zaman gemilang ketika Tatarstan ini jadi pemerintah Kazan. Pemusnahan ibu negara lama oleh 'Ivan the Terrible' pada 1552, diikuti pula dengan berkurun-kurun di bawah Tsar dan kemudian pemerintahan Komunis, tidak berjaya melenyapkan terus sebuah identiti budaya yang mengalu-alukan kejatuhan rejim Soviet.

Walaupun kebanyakan dari kaum Tatar ini tidak dapat bertutur dalam bahasa mereka sendiri dan hanya segelintir yang boleh membaca Al-Qur'an, tetapi yang menarik perhatian mereka kini adalah apa yang sedang berlaku 1400 Km di Selatan mereka, di bumi Caucasus. Walau apapun natijahnya, kebangkitan Islam yang melanda Rusia kini banyak dibentuk oleh kekerasan pihak Moskow kepada Chechnia yang menuntut kebebasan mereka.

Menurut Iskhak Lotfulla, seorang bekas pegawai tentera Soviet yang kini merupakan Imam di Masjid Zakabannaya, di Kazan ini…

Chechnia adalah kehendak Allah. Allah Yang Maha Kuasa mahu menunjukkan kepada kami bahawa sekiranya kami tidak menguatkan iman kami, kami akan terhina sebagaimana saudara-saudara kami terhina di Chechnia.”

Menurut mereka, kini sudah tiba masanya di mana hanya kata-kata Rasulullah SAW (hadith) menjadi sumber inspirasi di kalangan penduduk minoriti Rusia yang ingin kembali kepada cara kehidupan asal mereka. Kira-kira 200 Km di Timur Kazan, di bandar pembuatan trak Naberezhnye Chelny.. Fawziya Bairamova, 45 tahun, bersetuju dengan perkara ini, pemimpin Ittifak, sebuah parti nasionalis Tatar, berkata..

Kami telah cuba mengajak kepada semangat kesatuan Turki sebagai faktor penyatu untuk semua rakyat Rusia dari bangsa Turki, tetapi kami gagal. Sekarang, saya sedar, hanya dengan Islam kami akan berjaya."

Aku nukilkan tulisan yang sudah 10 berlalu di internet, untuk menggambarkan bahawa pemikiran seperti ini, berbeza langsung dengan pemikiran muda-mudi kawan-kawanku di universiti Moskow. Mungkin inikah sebuah pemikiran pengganas yang amat dibenci oleh pemerintah Rusia? Setelah ku kaji beberapa lagi tulisan seperti ini, barulah aku dapat jawapan, mengapa 5 tahun kemudian Presiden Rusia Vladimir Putin melawat Malaysia pada 17 Oktober 2003.

..Dan hadir pada persidangan ke 10 pertubuhan OIC di Putrajaya. Bahkan Rusia mohon jadi pemerhati dalam pertubuhan tersebut, dan diterima 2 tahun kemudian. Antara sebabnya, ialah Rusia perlu menyekat pemikiran Islam ala pengganas ini, dengan imbangan pemikiran Islam yang anti kepengganasan seperti di negara Malaysia, dan yang se faham dengannya..

Sekian coretan dari Moskow untuk kali ini...


ITULAH e-mail yang dihantarkan kepada Ibnu Hasyim untuk catatan santai, dari seorang gadis Katholik Kristian, di sebuah universiti di Rusia. Sekian, wallahu ‘aklam. Insya Allah bersambung.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
September3, 08. KL.

Monday, September 01, 2008

Gadis Rusia: Mengapa Aku Minat Sejarah Islam?


Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:


APABILA rakan-rakan sebayaku mengetahui aku mengenali Islam melalui seorang pemuda Rusia yang baru pulang dari Saudi Arabia, dan memilih Islam sebagai cara hidupnya, mereka mula menjauhi diri dariku. Mereka seolah-olah curiga denganku. Aku jadi hairan, bilaku tanya, mengapa? Kata mereka, jangan dekati ‘pengganas’.

Aku mulai benci dan muak dengan sikap sosial muda-mudi Rusia. Bila ada pemuda-pemuda itu cuba mendekatiku, ku katakan kepada mereka, aku sudah ditunangkan dengan lelaki Islam. Menyebabkan mereka terus menjauhiku, dan menambah lagi curiga mereka. Inilah antara penyebab mengapa aku minat mengkaji sejarah kedatangan Islam di Rusia? Tertanya-tanya aku bagaimana dan mengapa begitu hebat Islam...

Terbaca aku, kisah penemuan harta karun di Rusia... antaranya mengandungi wang syiling Arab abad ke 8. Itu menjadi bukti bahawa pada masa itu Rusia telah menjalin hubungan dagang dengan orang Arab. Dalam catatan seorang ahli geografi masa itu, bernama Ibn Hardadbeh, terdapat pedagang ‘ar-rus’ yang membawa dagangan mereka ke Black dan Caspean Sea. Jadi hubungan pertama penduduk Rusia dengan dunia Islam, sebenarnya telah bermula antara abad ke 8 hingga ke 9.

Ada hubungan yang bersifat penentangan bersenjata, perdagangan, atau budaya, politik dan ekonomi. Bangsa Khazar yang selain agama Yahudi menganut agama Islam juga. Bangsa Cuman dan Bulgars menjadi bangsa-bangsa pertama yang memperkenalkan Islam kepada kepada Rusia zaman kuno. Setelah kejatuhan Khazar Khaganate pada abad ke 10, hampir seluruh kawasan Sungai Volga menjadi kawasan takluk orang Islam dari Khwarezm.

Waktu penaklukan Tartar-Mongol pada tahun 1237, Vladimiro-Suzdel Rus serta sebahagian besar dari Kievan Rus dimasukkan dalam Empire Mongol, dan setelah perpecahannya, dimasukkan ke dalam Golden Horde pula. Pada tahun 1256 (setelah 16 tahun penaklukan Rus) Muslim pertama Khan Barke telah naik tahta di Golden Horde. Namun sepenuhnya, Islam mula dianuti di situ pada tahun 1312 apabila Khan Usbek berjaya mengIslamkan semua penduduk kerajaan itu.

Sejak itu antara Rus yang beragama Kristian dan Horde yang beragama Islam, boleh dikatakan ada hubungan secara simbiosis. Walaupun Rus Kristian ditakluki Horde yang Islam, namun Rus tetap menganut agama Kristian. Malah ramai orang-orang kaya dari kalangan Mongol-Tartar yang enggan menganut Islam berhijrah ke Rusia dan menjadi pengasas keluarga elite di Rusia. Contohnya, dikatakan pada tahun 1329 Tzar Rusia, Ivan Kalita pernah mengupah Murza Cheta. Murza Cheta adalah dipercayai moyang kepada Boris Godunov, iaitu Tzar Rusia antara 1598-1622.

Pada tahun 1480, walaupun kerajaan Golden Horde telah jatuh, namun Rusia kini dikelilingi oleh negara-negara Islam. Penduduk dari bangsa Tartar pula mula menduduki Moscow pada awal abad ke 15. Jumlah mereka semakin meningkat. Mereka mempunyai beberapa kawasan khas di sini, utamanya Zamockvorechye. Kini, di sini terdapat sebuah masjid bersejarah. Pun sudah dibuka semula. Walaupun Rusia pernah menakluki Kazan, Astrakhan dan Siberian Khanates, namun nisbah kuasa mereka telah mula berubah.

Setelah kerajaan mula membabtiskan penduduk Tartar yang menganut Islam, mereka mula pindah dari kawasan Volga ke kawasan Ural dan menambah pengaruh penduduk Islam di situ. Sejak itu hubungan Rusia dengan dunia Islam mencatatkan banyak peperangan. Contohnya, Russo-Turkish War, Russo Iranian War dan Russo Caucases War. Semua ini merupakan tunggak sejarah pembentukan Rusia dan sikapnya terhadap Islam. Apakah tunggak ini menimbulkan masalah? Bagaimana tindakan seterusnya Rusia terhadap Islam?

Tiba-tiba seluruh dunia terkejut, kira-kira 5 tahun lalu Presiden Rusia Vladimir Putin melawat Malaysia pada 17 Oktober 2003, dan hadir pada persidangan ke 10 pertubuhan OIC di Putrajaya. Bahkan Rusia mohon jadi pemerhati dalam pertubuhan tersebut, dan diterima 2 tahun kemudian. Mengapa tiba-tiba Rusia seolah-olah jadi beralih arah begitu? Inilah yang menarik. Mengapa negara bekas Soviet ini ingin menjalin hubungan baik dan ingin berkerjasama erat dengan dunia Islam, dunia yang ramai rakyatnya diasuh dengan anggapan pengganas?!

Apa hubungan 2 agama utama Kristian Katholik dan Islam di Rusia? Bukan sahaja menarik perhatian dunia, bahkan menarikku untuk menelusuri sejarah Islam di Rusia. Dalam tulisan akan datang kita sama-sama mencari jawapannya...


ITULAH e-mail yang dihantarkan kepada saya (Ibnu Hasyim) oleh seorang gadis Katholik Kristian, dari sebuah universiti di Rusia. Maaf, setakat ini beliau tidak mahu namanya disebutkan...

Sekian catatan santai untuk kali ini, wallahu ‘aklam. Insya Allah bersambung.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim@gmail.com)
September1, 08. KL.

Friday, August 29, 2008

Gadis Katholik Rusia Menulis: Kumpulan Mafia Islam?


Ibnu Hasyim
CATATAN SANTAI:

SUATU hari di sebuah universiti di Moskow, kawanku juga seorang gadis Kristian bermazhab Katholik seperti aku berkata... “Puak-puak pelajar Islam tu dah melampau, nak minta tempat sembahyang pula. Bagaimana kalau kita pun nak gereja dan puak-puak agama lain pun minta tempat ibadat mereka?”

Kawanku itu mengeluh marah. Memang kami sama-sama anti dan benci kepada orang Islam. “Aku tak tahan dengan sikap mereka, aku harap kau... tolong rundingkan dan selesaikan dengan mereka!” Memang dia pemanas darah orangnya, walaupun kami sama-sama Kristian Orthodok. Aku terima tugas itu.

Aku berunding dengan puak-puak Islam itu, “Apa alasan kamu minta bilik sembahyang?”

“Kami orang Islam wajib sembahyang 5 kali sehari semalam.. kami cuma nak sebuah bilik sahaja. Bayangkan berapa banyak masa kami jimat kalau sudah ada bilik sembahyang?” Kata mereka.

Ku fikir-fikir secara rasional, betul juga kata mereka. Tetapi mengapa mereka perlu sembahyang hari-hari? Apa rahsianya? Bukankah buang masa sahaja? Ku fikir-fikir lagi, rupanya untuk menjadi orang Islam kena taati 5 rukun.

Aku teringat suatu masa aku pernah bertemu dengan seorang pemuda Rusia baru pulang dari Saudi Arabia, dia pilih agama Islam. Baru aku kenal Islam bila dia menerangkan 5 rukun itu.. Pertama, menurutnya mengucap 2 kalimah syahadah.. Sebuah kesatuan kepercayaan, untuk ahli-ahlinya. Tidak takut kepada seluruh makhluk di dunia kecuali ‘Allah’. Dia (Allah) saja yang besar, perkasa dan berkuasa, lain semua kecil dan tak berkuasa, hanya kepada Dia tempat bergantung segala-gala.

Risalah itu disampaikan melalui utusanNya, yang di sebut ‘Nabi atau Rasul’, iaitu terakhirnya, Muhammad pembawa risalah masa kini. Di situlah bezanya dengan kami kaum Kristian. Walaupun Muhammad sudah meninggal dunia tetapi bahan rujukannya masih hidup sepanjang masa. Aku kagum dengan kepercayaan ini, bahkan padaku lebih hebat dari kumpulan mafia yang terlalu menekankan kesatuan ketaatan kepada ketuanya. Kalau dalam kumpulan mafia.. sering diadakan upacara mengingati atau angkat sumpah bagi perkuatkan ketaatan itu.

Rupanya dalam kumpulan Islam, praktikal sembahyang itulah upacaranya. Bahkan lebih kerap lagi.. 5 kali sehari. Dan termaktub kalimah sumpahnya dengan kata-kata dalam sembahyang itu, ‘Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya kerana Allah yang menguasai alam semesta.’ Suatu kalimah yang cukup merbahaya bagi kumpulan saingan yang di luar mereka. Mereka sanggup mati (menurut istilah mereka ‘syahid’) kerana kepercayaan mereka! Begitu.. rukun kedua.

Rukun ketiga pula, puasa Ramadzan. Kalau dalam kumpulan mafia, perlu ada latihan ketahanan jasad, tidak makan dan tidak minum, tapi boleh bekerja macam biasa. Sekurang-kurangnya setahun sekali latihan. Bahkan, kadang-kadang bagi orang Islam, berperang pun mereka pilih dalam bulan puasa. Kekuatan roh sudah menguasai kekuatan jasad. Begitu juga rukun keempat, zakat. Perlunya perkukuhkan ekonomi. Dan rukun kelima, haji. Perlunya ada ikatan global...

Aku ingin mengetahui lebih lanjut perkara-perkara begini. Aku ingin tahu rahsia kekuatan mereka. Aku kena dampingi puak-puak Islam yang pohon untuk buat surau itu. Aku kata kepada mereka, “Ya! Aku setuju kamu buat surau...”

Maka terbinalah surau untuk mereka. Tetapi, beberapa bulan selepas itu, gadis Katholik kawanku yang memberi kuasa selesaikan masalah surau itu memberitahuku, “Lihat, apa sudah jadi? Dah timbul masalah baru! Puak-puak Islam itu tidak benarkan kawan-kawan kita yang bukan Islam berihat di bilik itu!”

“Kan bilik itu untuk ibadat mereka? Bukan untuk kita berihat?”. Rupanya aku sudah jadi pembela kumpulan Islam di universiti ini. Cukup, aku akan sambung tulisan ini... ‘Mengapa Aku Minat Mengkaji Sejarah Islam Rusia?’ akan datang.

DEMIKIAN e-mail yang dihantarkan kepada saya (Ibnu Hasyim) oleh seorang gadis Katholik Kristian, di sebuah universiti di Rusia. Beliau yang tidak mahu namanya disebutkan, mula mengenali Malaysia selepas Presiden Rusia Vladimir Putin melawat Putrajaya pada 17 Oktober 2003. Saya paparkan tulisan ini, demi untuk melihat pandangan orang bukan Islam di Rusia ke atas masyarakat Islam. Semoga memberi manfaat untuk kita.

Sekian catatan santai untuk kali ini, wallahu ‘aklam. Insya Allah bersambung.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
Ogos28, 08. KL.

Thursday, August 28, 2008

Anwar: Bangun Di P’Pauh, Ke Parlimen, Akan Rampas Putrajaya?
















Catatan Santai: IBNU HASYIM



"KITA Menang, We Won". Begitulah tajuk kenyataan akhbar yang dipaparkan dalam blog Datuk Seri Anwar Ibrahim sejak tengah malam tadi. Bekas Timbalan Perdana Menteri itu awal pagi ini telah menuju ke Kuala Lumpur untuk membuat persiapan susulan melangkah ke Parlimen esok, premis yang beliau tinggalkan 10 tahun lalu. Majlis angkat sumpah akan berlangsung pagi esok.


Di KL pula, Yang Dipertua Dewan Rakyat, Tan Sri Pandikar Amin Mulia mengumumkan bahawa Datuk Seri Anwar Ibrahim akan mengangkat sumpah sebagai Ahli Parlimen esok. Astro AWANI melapurkan kenyataan Dato’ Mukhriz bin Tun Mahatir Ahli Parlimen Jerlun dari UMNO, bahawa kemenangan pembangkang di Permatang Pauh itu adalah amaran kedua kepada pemimpin BN sesudah amaran pertama PRU 12 8 Mac lalu.


Masihkah Ketua BN, Presiden UMNO atau PM negara ini menganggap remeh? Apakah benar sudah dua kali amaran peralihan dari rakyat? Bermula dengan harga minyak naik, kerajaan akur minyak turun, tetapi rakyat sudah naik minyak, siapa yang akan jadi tahi minyak? ! Kita tunggu 16 September, yang mungkin bukan lagi amaran ketiga, tetapi sudah merupakan tindakan peralihan atau tindakan merdeka dari rakyat atau wakil rakyat! Betulkah?


Tunggu, lihat atau ada yang terus bertindak! Sekian. Merdeka! Merdeka! Merdeka!!. Wallahu 'aklam.


Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail: ibnuhasyim@gmail.com)
KL. Ogos27 2008.



Wednesday, August 27, 2008

DNA: Ada Udang Di Sebalik Batu? Puan Fong Po Kuan



Ibnu Hasyim:
Catatan Santai Dari P
arlimen


DNA hebuh kini diperkatakan! Maka dipersembahkan di sini sebahagian dari soal jawab di Dewan Rakyat Parlimen ke 12 Penggal Pertama, Mesyuarat Ke 3 Bil 40, Selasa 26 Ogos 2008, mengenai RANG UNDANG-UNDANG IDENTIFIKASI ASID DEOKSIRIBONUKLEIK (DNA) 2008, Bacaan Kali Yang Kedua dan Ketiga.


Puan Fong Po Kuan Ahli Parlimen Batu Gajah berucap:


Tuan Yang di-Pertua, saya bangun untuk membangkitkan Peraturan Mesyuarat 15. Saya ingin tahu apakah sebab Rang Undang-undang DNA ini diutamakan, didahulukan dan perlu dibaca kali kedua dalam keadaan tergesa-gesa. Apabila rang undang-undang universiti dan kolej telah diberi kepada Ahli-ahli Parlimen, dibentangkan dalam dewan ini pada bulan Julai yang lalu. Rang Undang-undang DNA ini baru minggu lepas 18 Ogos yang lalu. Jadi apakah kerajaan ada mempunyai apa-apa niat jahat, ada udang di sebalik batu ingin mempercepatkan rang undang-undang ini. Kita perlu ambil masa untuk konsultasi. Mengapa tergesa-gesa? Kita ada Jawatankuasa Hak Asasi Manusia daripada Majlis Peguam. Mereka hendak beri input. Jadi saya pohon apakah sebab, mengapa tergesa-gesa untuk membahaskan, mempercepatkan rang undang-undang ini?


(Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee] menjawab: Baik, terima kasih Yang Berhormat. Saya ucapkan terima kasih atas keprihatinan Yang Berhormat tetapi saya ingin katakan bahawa peraturan mesyuarat kita tidak menghalang untuk kerajaan memberi keutamaan mana-mana bil yang difikirkan oleh kerajaan yang perlu disegerakan. Itu termaktub di dalam peraturan mesyuarat. Jadi Yang Berhormat, kita tidak melanggar mana-mana peraturan mesyuarat dan apa yang berlaku seperti yang dihighlightkan oleh Yang Berhormat adalah tidak salah dari segi peraturan mesyuarat.)


Ya, terima kasih Tuan Yang di-Pertua tapi sekurang-sekurangnya ahli dalam Dewan ini diberi tahu mengapakah kerajaan menggunakan peruntukan dalam peraturan itu? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee] berkata: Cukuplah Yang Berhormat.) Untuk mempercepatkan perbahasan ini? (Dato’ Haji Lilah bin Yassin [Jempol] pula mencelah: Ini urusan kerajaan.) Namun, tidakkah ahli ingin tahu apakah sebab? Mengapa perlu didahulukan, diutamakan? …Padahal kita telah diberi rang undang-undang universiti dan...


(Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee] menjelaskan: Yang Berhormat, Yang Berhormat sudah bertanya dan saya telah pun menjelaskan dari segi peraturan yang itu juga kena terima keputusan kerajaan untuk perkara ini. Yang lain itu boleh Yang Berhormat nanti berucap, masukkan dalam ucapan Yang Berhormat. Terima kasih Yang Berhormat.) [Bercakap tanpa pembesar suara]......Menteri sudi memberi alasan. Saya rasa.... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Tidak perlu berdebat mengenai perkara ini Yang Berhormat.)


... Lebih perlu menghormati Dewan yang mulia ini. Bukan sesuka hati mendahulukan, membelakangkan (Dato’ Haji Lilah bin Yassin [Jempol]: Terpulang kepada kerajaan hendak dulu...) ...Rang undang-undang sesuka hati... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah Yang Berhormat.) [Bercakap tanpa pembesar suara] (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Tidak ada, mana Yang Berhormat hendak pohon menteri untuk beri penjelasan.) [Bercakap tanpa pembesar suara] (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: [Bangun][Menyampuk]) (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Dia hendak bentangkan undang-undang Yang Berhormat. Cukuplah Yang Berhormat.)


Apakah sebab? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah Yang Berhormat, kita kena patuh. Yang Berhormat saya sudah katakan kita tidak salah dari segi peraturan.) [Bercakap tanpa pembesar suara] (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Apa soalnya? Cukuplah Yang Berhormat.) [Bercakap tanpa pembesar suara]... Mengapa menggunakan peruntukan dalam peraturan tersebut. (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: Yang Berhormat, saya hairan...)


Ada udang sebalik batu. (Dr. Haji Mohd. Puad Zarkashi [Batu Pahat]: [Menyampuk]) (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: … tidak mengikut peraturan keputusan Tuan Yang di-Pertua telah buat. Ikut peraturan.) [Bangun][Menyampuk] (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah Yang Berhormat.) (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: Setiap kali kita hendak bentangkan undang-undang kena bagi sebab. Ini...) (Tuan Pua Kiam Wee [Petaling Jaya Utara]: Kerana kerajaan kata...) (Tuan Lim Lip Seng [Segambut]: Tuan Yang di-Pertua, Peraturan Mesyuarat 15(2) di mana dia kata kerajaan telah memberitahu setiausaha kenapa usul ini di...)


(Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Ya, beritahu dengan setiausaha, pihak Parlimen memang telah menerima surat daripada Kementerian Bahagian Keselamatan dan Ketenteraman Awam di bawah Kementerian Dalam Negeri Malaysia untuk rang undang-undang ini didahulukan. Adakah peraturan mesyuarat untuk menghendaki sebab diberikan kepada Ahli-ahli Parlimen. Yang Berhormat we have to accept peraturan mesyuarat mengizinkan.)


Tuan Yang di-Pertua... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Saya tidak perlu berbahas mengenai perkara ini.) Tuan Yang di-Pertua, kita dalam Dewan ini kalau ada peruntukan menyatakan sebagaimana yang baik pada pertimbangan kerajaan dan diberitahu kepada setiausaha. Kalau hendak menghormati, memastikan perjalanan mesyuarat ini dijalankan dengan baik tidak sesuka hati oleh kerajaan membelakangkan, diutamakan untuk tujuan-tujuan tertentu. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat, Yang Berhormat baca baik perkara 15(2)...)


Jadi hanya ahli Dewan ini pohon... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: ...urusan kerajaan hendaklah diaturkan mengikut sebagaimana yang baik pada pertimbangan kerajaan.). Tahu! (Tuan Haji Salleh bin Haji Kalbi [Silam]: [Bangun]) (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: You don’t have to, tidak perlu persoalkan perkara ini Yang Berhormat.) Maksudnya ada niat udang di sebalik batulah? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Mungkin juga Yang Berhormat ada niat. Mengapa harus membantah perkara ini? Yang Berhormat, cukuplah Yang Berhormat.) (Dr. Haji Mohd. Puad Zarkashi [Batu Pahat]: [Bangun][Menyampuk]) (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Saya jemput Yang Berhormat Menteri untuk membentangkan.


Tuan Salahuddin Ayub Ahli Parlimen Kubang Kerian menambah:


Tuan Yang di-Pertua, peraturan mesyuarat… (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: Tuan Yang di-Pertua...) (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Ya.. Yang Berhormat.) Dengan hormatnya Tuan Yang di-Pertua, keputusan Tuan Yang di-Pertua keputusan Tuan Yang di-Pertua perkara 99. Adakah Tuan Yang di-Pertua dirunding dan sebagai Speaker tentu... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: 99 mengenai prosedur Yang Berhormat?) Ya! Sebagai speaker adakah Tuan Yang di-Pertua tidak mengambil kira tentang persediaan kami, homework yang kami buat.(Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat.)


Notis yang diberikan terlalu singkat tengah hari semalam. Jadi kita telah bersedia dengan AUKU dengan segala preparation kita. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Itu soal persediaan, Yang Berhormat, soal lain, okey. Persediaan Ahli-ahli Yang Berhormat Barisan Nasional juga ada untuk Rang Undang-undang AUKU tetapi kerajaan memikirkan untuk memberi keutamaan terhadap perkara ini mengikut Perkara 15(2) dan Dewan mengizinkan ianya dilakukan sedemikian, Yang Berhormat.) Tuan Yang di-Pertua, sebagai Speaker ada hak. Jadi saya tidak buat keputusan...(Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Pihak Tuan Yang di-Pertua pun telah mengizinkan, Yang Berhormat.)


Saya menghormati institusi Yang di-Pertua Dewan Rakyat, institusi yang perlu kita hormati. Adakah kerajaan berunding tentang perkara itu? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang di-Pertua Dewan telah mengizinkan mengikut Peraturan 15(2). Terima kasih Yang Berhormat.) Kita merayu bagi pihak Yang Berhormat... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah, Yang Berhormat.) Tuan Speaker kena menghormati juga kami yang membuat persediaan untuk berbahas. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Saya telah jelaskan. Saya sudah dari awal tadi berterima kasih...)


Dua hari adakah munasabah? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah, Yang Berhormat. Ya, saya sudah dari awal tadi berterima kasih atas keprihatinan Yang Berhormat Batu Gajah untuk mengemukakan peraturan mesyuarat tetapi Ahli-ahli Yang Berhormat juga harus akur bahawa kita tidak salah dari segi undang-undang dan pihak Yang di-Pertua telah pun mengizinkan perkara ini mengikut peraturan mesyuarat.)


Tuan Haji Mahfuz bin Omar Ahli Parlimen Pokok Sena juga menambah:


[Bangun] (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat Pokok Sena, cukuplah Yang Berhormat Pokok Sena.) Sekejap, sekejap. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah, Yang Berhormat Pokok Sena.) Saya hendak minta penjelasan, Tuan Yang di-Pertua, bahawa sepatutnya apa yang disebut oleh rakan saya, Yang Berhormat Kubang Kerian tadi bahawa Tuan Yang di-Pertua seharusnya melihat kepentingan Ahli Dewan secara keseluruhan, bukan hanya melihat daripada sebelah pihak kerajaan sahaja yang hendak membentang. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Terima kasih, terima kasih.)


Jadi, kami ini sudah pun diberitahu lebih awal bahawa AUKU yang sepatutnya didahului mengatasi DNA. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukup.). Jadi dalam hal yang seperti ini, sulitlah. Apatah lagi... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah, Yang Berhormat. ...) Taklimat yang diberikan oleh pihak kerajaan oleh Timbalan Ketua Polis Negara hanya memanggil pihak backbenchers tanpa memanggil kami. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat, cukuplah, Yang Berhormat. Itu perkara lain, Yang Berhormat. Itu perkara lain.)


Ini menunjukkan bahawa... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat, itu tidak berkaitan dengan peraturan. Tidak buat kerja, katalah tidak buat kerja.) (Dato’ Haji Lilah Yasin [Jempol]: Pembangkang boleh minta kalau hendak.) Kerajaan tidak bersedia untuk kongsi maklumat dengan kami. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah Yang Berhormat Pokok Sena). Adakah kementerian ataupun pihak kerajaan sendiri menafikan bahawa kami juga merupakan Ahli Parlimen yang perlu mendapat maklumat.? (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Cukuplah, Yang Berhormat.)


Jadi sekarang bila taklimat tidak diberikan, tiba-tiba naik dengan segera... (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Itu isu lain, Yang Berhormat, tidak berkaitan.) Ya, betul… (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Taklimat itu isu lain. Cukuplah, Yang Berhormat.) (Dato’ Haji Lilah Yasin [Jempol]: Pembangkang kalau hendak boleh buat, tidak ada masalah. Pembangkang tidak buat kerja.) Bila taklimat tidak diberikan, tiba-tiba dinaikkan segera, maka sulit kepada kami. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat, cukuplah. Saya tidak izinkan lagi perbahasan ini.) (Dato’ Seri Syed Hamid Albar hendak berucap: Tuan Yang di-Pertua...)


Tuan Haji Khalid bin Abd. Samad Ahli Parlimen Shah Alam juga menambah:


[Bangun] (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee] menegur: Yang Berhormat Shah Alam, cukup Yang Berhormat Shah Alam.) (Dato’ Ismail bin Kasim [Arau]: Dua Senator PAS yang terlibat itu.) Tuan Yang di-Pertua. (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Yang Berhormat, saya ambil nota dan prihatin perbahasan dan juga ucapan yang telah Ahli-ahli Yang Berhormat kemukakan tetapi saya ingin katakan bahawa kita tidak salah dari segi peraturan. Saya tidak inginkan agar perbahasan ini dilanjutkan dengan isu ini. Itu sahaja. Terima kasih Yang Berhormat.) Tuan Yang di-Pertua…


(Menteri Keselamatan Dalam Negeri [Dato’ Seri Syed Hamid Albar]: Tuan Yang di-Pertua, saya mohon mencadangkan iaitu bahawa Rang Undang-undang bernama suatu Akta Identifikasi Asid Deoksiribonukleik (DNA) 2008 dibacakan kali yang kedua sekarang.) (Timbalan Yang di-Pertua [Datuk Ronald Kiandee]: Sila, Yang Berhormat.) (Dato’ Seri Syed Hamid Albar: Tuan Yang di-Pertua, rang undang-undang ini diwujudkan bertujuan untuk penubuhan Bank Data DNA Forensik Malaysia, mengambil dan menyimpan...)


(Tuan Haji Mahfuz bin Omar [Pokok Sena] pula menyampuk: Bank Simpanan Nasional..) (Dato’ Seri Syed Hamid Albar meneruskan: Menganalisa sampel DNA dan menggunakannya untuk tujuan kemanusiaan. Orang-orang yang tidak tahu peraturan itu bercakap macam apa entah.) Bagi tujuan kemanusiaan Barisan Nasional. Mana boleh.. (Dato’ Seri Syed Hamid Albar meneruskan ucapan: Profil DNA atau apa-apa maklumat yang disimpan di dalam Bank Data DNA..) (Seorang Ahli lain menyampuk: Yang Berhormat Shah Alam diamlah, Yang Berhormat Shah Alam.)


Sekian catatan santai sedutan dari Parlimen Malaysia untuk kali ini, wallahu ‘aklam. Isya Allah bersambung.


Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
Ogos27, 08. KL-P.Pauh.

.

Masalah Pembantu Rumah Asing... Dr Siti Mariah

Ibnu Hasyim:
Catatan Santai Dari Parlimen


DIPERSEMBAHKAN di sini soal jawab di Dewan Rakyat Parlimen ke 12 Penggal Pertama, Mesyuarat Ke 3 Bil 39, Isnin 25 Ogos 2008, mengenai kandungan jawapan-jawapan lisan bagi pertanyaan seperti berikut, disunting dari laman web Parlimen Malaysia…


SOALAN


Dr. Siti Mariah binti Mahmud [Ahli Parlimen Kota Raja] minta Menteri Dalam Negeri menyatakan berapakah jumlah pembantu rumah asing mengikut negara asal mereka yang bekerja di negara ini dan adakah kerajaan bercadang mewujudkan akta-akta bertujuan mengawal selia serta menjaga kepentingan dan kebajikan mereka serta juga para majikan.


JAWAPAN


Timbalan Menteri Dalam Negeri [Dato' Chor Chee Heung]:


Tuan Yang di-Pertua, saya ingin mengucapkan berbanyak terima kasih kepada Yang Berhormat dari Kota Raja yang telah pun mengemukakan pertanyaan pada pagi ini mengenai satu isu yang cukup penting buat masa ini. Tuan Yang di-Pertua, mengikut statistik dari Jabatan Imigresen Malaysia sehingga 30 Jun 2008, terdapat seramai 256,097 orang pembantu rumah asing yang bekerja di negara ini. Terdapat sembilan buah negara yang menjadi negara sumber bagi membekalkan pembantu rumah asing ke Malaysia. Negara-negara tersebut dengan jumlah pembantu rumah asing sehingga 30 Jun 2008 adalah seperti berikut.


Negara Jumlah (Orang)
Indonesia 237,256
Philippines 10,112
Kampuchea 7,003
Sri Lanka 682
Thailand 382
Vietnam 298
India 164
Nepal 46
Laos 1
Lain-lain 153


Mengurus pekerja asing termasuk pembantu rumah asing memerlukan perundangan dan peraturan-peraturan komprehensif dan berkesan. Bagi pembantu rumah asing, kerajaan telah pun mengadakan garis panduan peraturan dan akta-akta di bawah Akta Imigresen 1999 yang mencukupi bagi melindungi, menjaga kepentingan dan kebajikan pembantu rumah asing di negara ini. Kerajaan ini juga menetapkan syarat-syarat permohonan untuk pembantu rumah asing supaya mereka tidak dieksploitasi oleh majikan.


Sebagai contoh, pembantu rumah asing beragama Islam hanya dibenarkan bekerja dengan majikan beragama Islam sahaja. Sekiranya ada majikan bukan beragama Islam yang ingin mengajikan pembantu orang asing yang beragam Islam maka majikan tersebut diwajibkan menandatangani perakuan pengambilan pembantu rumah asing yang beragama Islam. Di dalam perakuan ini, majikan diwajibkan menyediakan bilik penginapan khusus yang memberi kebenaran menunaikan ibadat wajib seperti sembahyang dan berpuasa.


Pembantu rumah asing juga tidak dibenarkan menguruskan kerja-kerja rumah yang haram dari segi Islam seperti menguruskan kerja berkaitan dengan anjing dan babi. Jabatan Imigresen Malaysia telah pun menetapkan sebanyak 30 garis panduan dan syarat-syarat pengambilan pembantu rumah asing. Tuan Yang di-Pertua, sehingga kini kerajaan telah pun menandatangani memorandum persefahaman MoU berhubung dengan pembantu rumah asing dengan Indonesia. Ini merupakan salah satu langkah daripada kerajaan bagi menjamin kebajikan dan kepentingan pembantu rumah asing Indonesia di Malaysia.


Perjanjian yang serupa akan ditandatangani dengan negaranegara sumber yang lain. Kerajaan juga telah mewujudkan talian khas ataupun hotline di bilik gerakan ibu pejabat Imigresen yang beroperasi tujuh hari seminggu dan 24 jam sehari bagi memberi kemudahan kepada pembantu rumah asing dan majikan membuat aduan kepada pihak Imigresen, sekian terima kasih.


KOMEN


Dr. Siti Mariah binti Mahmud [Kota Raja]: Terima kasih Timbalan Menteri. Saya berterima kasih kerana tadi disebut mengenai ada peraturan-peraturan mengenai pekerja ataupun pembantu rumah asing di rumah majikan bukan Islam. Tetapi hakikatnya Timbalan Menteri ialah pembantu asing ini sendiri tidak mengetahui hak mereka. Kita lihat dan sering menerima aduan bahawa mereka sering tidak diberi hak-hak asasi ini seperti kemudahan untuk solat, berpakaian. Kerana ada di antara mereka apabila datang ke Malaysia menutup aurat, tetapi apabila bekerja dengan majikan yang bukan Islam dipaksa memakai pakaian yang tidak menutup aurat.


Mengenai hotline Imigresen pembantu rumah ini, saya sendiri pun, malah ramai majikan tidak mengetahui wujudnya hotline ini. Malah apabila mereka datang kepada kita, kebanyakan tidak menerima dengan lengkap butiran-butiran mengenai pembantu asing ini. Saya juga mendapat maklumat, terdapat pakatan di antara agensi-agensi pekerja tertentu dengan juga majikan-majikan supaya hak-hak mereka ini, mereka gugurkan. Maknanya kalau kamu mahu bekerja di rumah ini, kamu mesti ikut apa yang majikan hendak dan mereka tidak tahu tentang hotline ini dan majikan sendiri tidak tahu hotline ini.


Jadi saya minta kepada kementerian untuk menguar-uarkan dan setiap pembantu asing yang datang kepada kita dibekalkan dengan satu booklet ataupun satu buku nota lengkap dengan pengenalan diri dan apakah nombor- nombor yang dapat mereka hubungi dan siapakah yang dapat mereka hubungi kerana setakat ini saya merasakan bahawa mereka tidak dilindungi dan hak-hak mereka sebenarnya amat-amat diabaikan, terima kasih.


Dato' Chor Chee Heung: Terima kasih Yang Berhormat Kota Raja. Memang bagi pihak Jabatan Imigresen, kita akan melakukan segala-gala yang boleh supaya segala maklumat yang diberikan bukan sahaja kepada majikan, tetapi juga kepada pembantu rumah asing khususnya dari negara-negara yang beragama Islam. Terima kasih kepada maklum balas yang diberikan oleh Yang Berhormat. Saya balik kementerian saya akan bincang dengan pihak atasan pihak Imigresen supaya kita mengetatkan lagi supaya kedua-dua belah pihak iaitu majikan dan juga pekerja asing kalau datang dari Indonesia ini memang memahami termasuk juga maklumat tentang hotline, sekian terima kasih.


Dr. Haji Mohd. Puad Zarkashi [Batu Pahat]: Terima kasih Tuan Yang di-Pertua. Pertanyaan tambahan saya ialah kementerian pada tahun lalu telah mengumumkan iaitu kos bayaran iaitu agensi pengambilan pembantu rumah ini hanyalah RM2,400. Tetapi hingga ke hari ini ia tidak pun terlaksana. Agensi masih lagi mengenakan kos yang tinggi antara RM5,000 hingga RM6,000. Jadi apakah tindakan yang telah diambil.

Kedua untuk mengatasi masalah pembantu rumah yang sering lari, apakah kerajaan tidak berhasrat untuk juga mengenakan sample DNA pembantu rumah ataupun cap jari diambil. Biasanya mereka ini apabila lari, masuk balik dengan menggunakan pasport dengan nama lain tetapi dengan adanya DNA, ini mungkin masalah-masalah ini dapat diatasi, terima kasih.


Dr. Lo' Lo' Mohamad Ghazali [Titiwangsa]: Mohon Tuan Yang di-Pertua, mohon Timbalan Menteri menyatakan nombor hotline juga, terima kasih.


Dato' Chor Chee Heung: Terima kasih Yang Berhormat. Terdapat dua soalan tambahan di sini. Mengenai yuran yang akan dibayar oleh bakal majikan kepada agensi, sebagai maklumat tambahan di sini pihak Imigresen telah pun mengadakan beberapa mesyuarat dengan persatuan agensi pembantu rumah asing dan pihak Imigresen telah pun menetapkan satu jumlah yang munasabah. Tetapi oleh kerana begitu susah payah bagi ini ditetapkan sebab pihak Indonesia source country tidak bersetuju dengan bayaran-bayaran yang tidak dikenakan, maka mesyuarat itu gagal.


Buat masa ini selepas kita mengkaji semula kita dapati bagi supply and demand, the market forces menentukan jumlah yang harus dibayar oleh bakal majikan kepada sesebuah agensi. Sebagai maklumat tambahan, buat masa ini saya dapati yuran yang dibayar oleh bakal majikan di antara RM3,000 hingga RM5,000. Ini termasuk levi yang akan dibayar kepada kerajaan iaitu RM360 pada setiap tahun, pas PLKS iaitu RM60 setahun, bayaran proses di imigresen RM10, visa tidak tetap mengikut negara; contohnya Indonesia RM15, dan FOMEMA juga kena bayar RM190.


Maka, buat masa ini di antara RM3,000 hingga RM5,000. Walau bagaimanapun kerajaan sentiasa mencari langkah macam mana hendak berbincang dengan persatuan, agensi pembantu rumah asing supaya mereka ini dapat turunkan dia punya caj. Pada pendapat saya tinggi juga, kalau di antara setakat RM2,000 hingga RM2,500, mungkin munasabah tetapi kita akan berusahalah. Mengenai dengan pembantu rumah asing yang sentiasa lari, memang ini adalah menjadi satu masalah. Bagi tahun 2007 sahaja terdapat dalam lingkungan 12,000 pembantu rumah asing yang lari dari majikan.


Bila ianya berlaku, bukan sahaja majikan akan dikenakan denda dan kita juga akan mengesan, mencari balik pembantu rumah dan kita akan usir balik ke negara asal tetapi ini adalah satu masalah yang bukan senang ditangani. Ini didapati adalah perbuatan sindiket-sindiket yang berada di negara ini. Kita telah mengesan sindiket-sindiket dan kerajaan sedang mengambil tindakan tegas terhadap mereka ini. Saya tahu ini adalah satu masalah. Saya mempunyai begitu ramai kawan yang sentiasa buat aduan kepada saya juga. Kerja tidak sampai tiga bulan, terus lari.


Selepas itu, majikan pula kena tanggung segala-galanya. Untuk makluman Dewan yang mulia ini mengenai pertanyaan Yang Berhormat Lo’Lo’ ini, saya tidak ada hotline di sini. Saya akan berikan kepada Yang Berhormat sebab ini tidak ada di dalam ini. Yang Berhormat berminat?


Dr. Haji Mohd. Puad Zarkashi [Batu Pahat]: DNA macam mana? DNA?


Dato' Chor Chee Heung: DNA itu kita belum laksanakan lagipun. Akta DNA pun belum diluluskan oleh undang-undang ini. Bila ianya diluluskan, saya pun tidak pasti sama ada ianya akan dilaksanakan sebab nanti bakal majikan juga terpaksa bayar juga tambahan. Nanti Yang Berhormat pun kacau lagi kan? Saya terima hotline pula, untuk Yang Berhormat. Hotline dia ialah 03-88801555 atau empat angka terakhir itu 1556. Okey Yang Berhormat?


Dr. Lo' Lo' Mohamad Ghazali [Titiwangsa]: Menteri pun baru tahu sahaja?

Dato' Chor Chee Heung: Ha?

Dr. Lo' Lo' Mohamad Ghazali [Titiwangsa]: Menteri baru dapat maklumat sahaja?

Dato' Chor Chee Heung: Sebab apa ini semua diketahui oleh pegawai kita. Kadang-kadang kita tidak tahulah, tidak boleh salahkan saya sebab saya tidak mempunyai masalah mengenai ini tetapi pegawai kita tahu, ini kerja pegawai kita. Sekian, terima kasih.


Sekian catatan santai dari Parlimen Malaysia untuk kali ini, wallahu ‘aklam.

Catatan santai: ibnuhasyim.com
(e-mail:
ibnuhasyim@gmail.com)
Ogos26, 08. KL-P.Pauh.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails